Bantul (MAN 2 Bantul) – Pembiasaan Sholat Dhuha menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap pagi di MAN 2 Bantul sebagai upaya menanamkan nilai-nilai religius kepada peserta didik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Program Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tengah melaksanakan praktik di madrasah tersebut.
Pelaksanaan Sholat Dhuha diawali dengan persiapan peserta didik menuju masjid madrasah sebelum kegiatan pembelajaran pertama dimulai. Seluruh warga madrasah melaksanakan ibadah secara berjamaah dengan penuh khidmat. Sementara itu, bagi siswi yang sedang berhalangan melaksanakan salat, madrasah menyediakan kegiatan keputrian sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Sebagai bagian dari warga madrasah selama menjalani Praktik Kependidikan, mahasiswa PK UNY turut mengikuti pembiasaan tersebut. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai bentuk partisipasi dalam budaya sekolah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami pentingnya pembentukan karakter religius dalam lingkungan pendidikan. Melalui keterlibatan secara langsung, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai implementasi pendidikan karakter yang dipadukan dengan aktivitas keagamaan di sekolah.
Bagi mahasiswa PK UNY, pembiasaan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengenal budaya madrasah sekaligus memahami bagaimana pendidikan karakter diterapkan secara nyata. Salah satu mahasiswa PK UNY, Ervina Nur Rahmawati dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, mengungkapkan bahwa pembiasaan Sholat Dhuha memberikan pengalaman yang bermakna selama menjalani Praktik Kependidikan di MAN 2 Bantul. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui kebiasaan positif yang dilaksanakan secara rutin.
“Melalui pembiasaan Sholat Dhuha dan dilanjutkan dengan Asmaul Husna bersama sama, saya melihat bagaimana nilai-nilai religius ditanamkan secara konsisten kepada peserta didik. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan pentingnya beribadah, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan di lingkungan madrasah. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami sebagai calon pendidik,” ujarnya.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PK UNY memperoleh wawasan mengenai pentingnya budaya sekolah dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Pembiasaan Sholat Dhuha menjadi salah satu contoh implementasi pendidikan karakter yang dilakukan secara berkesinambungan sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang religius, disiplin, dan kondusif. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menerapkan pendidikan karakter ketika kelak menjalankan profesi sebagai pendidik.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan bahwa pembiasaan Sholat Dhuha merupakan salah satu program yang telah menjadi budaya madrasah. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas ibadah peserta didik, tetapi juga membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Bagi mahasiswa PK UNY, pengalaman mengikuti pembiasaan Sholat Dhuha memberikan pemahaman bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mencakup pembentukan karakter peserta didik melalui budaya sekolah yang dilakukan secara konsisten. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana madrasah mengintegrasikan nilai religius ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. (erv)






