TELIKSANDI
NEWS TICKER

Mantapkan Demokrasi di Madrasah, PPO MAN 2 Bantul Gelar Bimtek Petugas Pantarlih untuk Pemilos 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 2:13 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 5

Bantul, 10 Agustus 2026 — Persiapan pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN 2 Bantul Tahun 2026 terus dimatangkan. Salah satu tahapan penting dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Pemantau Pemilih (Pantarlih) yang diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan OSIM (PPO) MAN 2 Bantul pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan Bimtek menjadi bagian dari persiapan teknis untuk memastikan seluruh tahapan Pemilos MAN 2 Bantul Tahun 2026 dapat berlangsung secara tertib, terarah, transparan, dan demokratis. Petugas Pantarlih memperoleh pembekalan mengenai tugas dan tanggung jawab dalam mendukung proses pendataan pemilih sebelum pelaksanaan pemungutan suara.

Kepala MAN 2 Bantul, Hj. Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Pemilos sebagai bagian dari pendidikan demokrasi di lingkungan madrasah. Pemilos tidak hanya menjadi sarana memilih calon pemimpin organisasi siswa, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi peserta didik untuk memahami prinsip demokrasi, tanggung jawab, partisipasi, dan kepemimpinan.

Bimtek petugas Pantarlih didampingi oleh Pembina OSIM MAN 2 Bantul, Yanuanita Widiyaningrum, S.Pd. Pendampingan tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai mekanisme kerja, ketelitian dalam pendataan, serta pentingnya menjaga integritas selama menjalankan tugas sebagai bagian dari penyelenggara Pemilos.

Petugas Pantarlih memiliki peran penting dalam memastikan data pemilih yang akan digunakan dalam Pemilos tersusun secara tertib. Ketepatan data menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan proses pemilihan yang adil karena setiap peserta didik yang memiliki hak pilih perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk menggunakan hak suara.

Melalui Bimtek, petugas diberikan penguatan mengenai pentingnya melakukan pendataan secara cermat dan bertanggung jawab. Proses tersebut membutuhkan ketelitian dalam mencatat data, melakukan pengecekan, serta memastikan tidak terdapat data pemilih yang terlewat maupun tercatat secara tidak sesuai.

Pelaksanaan Pemilos MAN 2 Bantul Tahun 2026 dirancang sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi yang berlangsung secara langsung di lingkungan pendidikan. Peserta didik tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga memiliki kesempatan terlibat dalam berbagai tahapan penyelenggaraan. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman praktis mengenai bagaimana proses demokrasi dijalankan.

Keberadaan PPO menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan Pemilos berlangsung sesuai dengan ketentuan yang telah disusun. Setiap unsur kepanitiaan memiliki tugas masing-masing, mulai dari persiapan, pendataan pemilih, sosialisasi, kampanye, pemungutan suara, hingga penghitungan suara.

Pantarlih menjadi salah satu unsur pendukung yang berada pada tahap awal proses pemilihan. Data pemilih yang akurat akan menjadi dasar bagi penyusunan daftar pemilih dan pelaksanaan pemungutan suara. Oleh sebab itu, pembekalan melalui Bimtek menjadi langkah strategis untuk mengurangi potensi kesalahan dalam pelaksanaan tugas.

Pembelajaran demokrasi melalui Pemilos juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengenal prinsip-prinsip dasar pemilihan yang jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara sederhana dalam konteks organisasi siswa sekaligus menjadi pengalaman awal dalam memahami kehidupan demokrasi yang lebih luas.

Kepala MAN 2 Bantul terus mendorong agar kegiatan kesiswaan memiliki nilai pendidikan yang kuat. Organisasi siswa tidak hanya menjadi wadah pengembangan minat dan bakat, tetapi juga menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, serta kemampuan mengambil keputusan.

Bimtek petugas Pantarlih juga menjadi sarana membangun kesadaran mengenai pentingnya integritas. Petugas yang terlibat dalam proses pendataan dituntut bekerja secara objektif dan tidak memihak calon atau kelompok tertentu. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan proses Pemilos yang dapat dipercaya.

Pendampingan Pembina OSIM memberikan penguatan agar setiap tahapan berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan. Arahan dan evaluasi diperlukan agar peserta didik yang terlibat sebagai panitia mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sekaligus memperoleh pengalaman berorganisasi yang bermakna.

Pemilos MAN 2 Bantul Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mampu membentuk karakter demokratis peserta didik. Proses pemilihan memberikan kesempatan untuk belajar menghargai perbedaan pilihan, menerima hasil pemungutan suara, menjaga ketertiban, serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Pelaksanaan Bimtek pada Senin, 10 Agustus 2026 menjadi salah satu tahapan awal menuju pelaksanaan Pemilos. Persiapan yang matang diharapkan mampu menciptakan proses pemilihan yang tertib dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta didik.

Selain aspek teknis, kegiatan tersebut juga menanamkan nilai tanggung jawab. Petugas Pantarlih mendapatkan amanah untuk memastikan proses pendataan berjalan dengan benar. Setiap data yang dicatat memiliki konsekuensi terhadap kelancaran tahapan pemilihan berikutnya sehingga ketelitian menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas.

Pemilos juga menjadi kesempatan bagi MAN 2 Bantul untuk mengembangkan budaya demokrasi yang sehat. Perbedaan pilihan tidak perlu menjadi sumber perpecahan, tetapi dapat menjadi sarana belajar mengenai keberagaman pendapat dan pentingnya menghormati keputusan bersama.

Dengan dukungan Kepala MAN 2 Bantul, Pembina OSIM, PPO, dan seluruh unsur yang terlibat, persiapan Pemilos Tahun 2026 terus dimantapkan. Bimtek petugas Pantarlih menjadi langkah konkret untuk memastikan aspek pendataan pemilih dapat dilaksanakan secara profesional, tertib, dan bertanggung jawab.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi dapat diberikan melalui pengalaman nyata. Peserta didik belajar tidak hanya melalui teori, tetapi melalui keterlibatan langsung dalam proses penyelenggaraan pemilihan di lingkungan madrasah.

Melalui Pemilos MAN 2 Bantul Tahun 2026, diharapkan lahir budaya organisasi siswa yang semakin demokratis, transparan, bertanggung jawab, dan berintegritas. Setiap tahapan yang dipersiapkan dengan baik menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang mampu memahami arti kepemimpinan dan demokrasi.

Bimtek Pantarlih pada 10 Agustus 2026 akhirnya menjadi momentum penting dalam rangka memantapkan persiapan Pemilos MAN 2 Bantul Tahun 2026. Dari proses pendataan pemilih, peserta didik belajar tentang ketelitian dan tanggung jawab; dari proses pemilihan, tumbuh pengalaman demokrasi; dan dari organisasi, berkembang karakter kepemimpinan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi madrasah. (Edi Susanto)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID