TELIKSANDI
NEWS TICKER

Revitalisasi SDN Kesuben 03 Dikerjakan Telan Anggaran Rp1,03 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 8:08 am
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 10

teliksandi.id, Tegal Pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah Rehab dan Revitalisasi di SD Negeri Kesuben 03, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, tengah berlangsung. Proyek yang disebut menelan anggaran sekitar Rp1,03 miliar lebih tersebut mencakup rehabilitasi sejumlah fasilitas sekolah serta pembangunan sarana baru.

Berdasarkan pantauan media di lokasi pada Sabtu (29/8/2026), sejumlah pekerja tampak melakukan aktivitas pembangunan dan rehabilitasi pada sejumlah bangunan sekolah. Pekerjaan tersebut terlihat menyasar ruang-ruang yang menjadi bagian dari program revitalisasi.

Saat pemantauan berlangsung, terlihat seorang pekerja berada di atas bagian atap bangunan tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD), khususnya helm keselamatan. Kondisi tersebut menjadi sorotan mengingat pekerjaan konstruksi di atas atap memiliki risiko keselamatan yang cukup tinggi.

Selain persoalan penggunaan APD, di lokasi juga belum terlihat papan informasi proyek yang memuat keterangan mengenai kegiatan, termasuk sumber anggaran dan informasi pelaksanaan pekerjaan.

Ketika dikonfirmasi media pada Sabtu (29/8), pihak kepala sekolah yang berada di lokasi menyampaikan bahwa belum terpasangnya papan informasi tersebut berkaitan dengan waktu pelaksanaan. Ia menyebut papan informasi tersebut akan dipasang atau sudah tersedia pada Senin mendatang.

Rehab 6 Ruang Kelas hingga Pembangunan UKS

Kepala SDN Kesuben 03, Suhesti Karyawati, menjelaskan bahwa program revitalisasi yang tengah dilaksanakan mencakup rehabilitasi sedang 6 ruang kelas, perpustakaan, ruang kepala sekolah, serta 1 kamar mandi (KM/WC). Selain itu, pekerjaan tersebut juga mencakup pembangunan satu bangunan baru Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Menurut Suhesti, pekerjaan tersebut mulai dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, keseluruhan pekerjaan revitalisasi tersebut memiliki durasi pelaksanaan sekitar 4 bulan. Ia berharap pekerjaan dapat selesai dalam waktu sekitar tiga bulan apabila proses pembangunan berjalan sesuai rencana.

“Dari Pusat 4 bulan, tapi mudah-mudahan tiga bulan selesai,” ujar Suhesti.

Suhesti juga menerangkan bahwa program revitalisasi tersebut dilaksanakan dengan mekanisme swakelola melalui P2SP, dengan memberdayakan masyarakat setempat.

“Programnya swakelola, sumber dananya dari APBN Tahun Anggaran 2026,” jelasnya.

Atap dan Kondisi Dinding Jadi Perhatian

Dengan anggaran yang cukup fantastis tersebut, Tim Investigasi LSM Sapu Jagad turut menanyakan kepada Kepala SDN Kesuben 03 terkait bagian atap, khususnya kondisi kuda-kuda atap bangunan yang direvitalisasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN Kesuben 03, Suhesti Karyawati, mengatakan bahwa bagian kuda-kuda atap tidak diganti dengan yang baru. Menurutnya, apabila terdapat bagian yang keropos, maka akan dilakukan perbaikan.

“Kuda-kudanya tidak diganti yang baru, hanya saja kalau ada yang keropos mau diperbaiki,” ujar Suhesti.

Menurut Ketua Tim Investigasi Sapu Jagad, dengan nilai anggaran revitalisasi yang mencapai sekitar Rp1,03 miliar lebih, pihaknya menilai bagian atap perlu mendapat perhatian serius, terutama apabila kondisi konstruksinya sudah mengalami kerusakan.

“Dengan anggaran yang cukup besar, seharusnya di bagian atap juga harus diperhatikan dan kalau memang sudah tidak layak, seharusnya diganti. ” ujar Ketua Tim Investigasi LSM Sapu Jagad.

Tidak hanya bagian atap, hasil temuan sementara terhadap kondisi dinding bangunan yang sedang direvitalisasi terdapat sejumlah bagian dinding tembok, lapisan lama disebut tidak dikupas secara menyeluruh.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap proses revitalisasi tersebut, termasuk mencermati kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi teknis dan anggaran yang digunakan.

“Kami tidak ingin berasumsi atau menyimpulkan terlalu dini. Tetapi karena anggarannya cukup besar dan ini merupakan uang negara, tentu kami akan melakukan pemantauan sampai pekerjaan selesai”. tegasnya.

Dengan nilai anggaran yang mencapai lebih dari 1 miliar, pelaksanaan revitalisasi SDN Kesuben 03 tentu menjadi perhatian publik. Selain hasil pekerjaan dan kualitas bangunan, aspek keselamatan tenaga kerja serta keterbukaan informasi mengenai penggunaan anggaran juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan program pemerintah yang bersumber dari APBN dan dilaksanakan secara swakelola. Di sisi lain, masyarakat tentu memiliki kepentingan untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai program pembangunan yang berlangsung di lingkungan sekolah.

Redaksi/Widodo

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID