Bantul – Dalam upaya menyatukan strategi dan memperkuat kesiapan siswa menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), MAN 2 Bantul menggelar rapat pematangan program pendampingan UTBK pada Jumat, 20 Februari 2026, bertempat di aula madrasah. Rapat ini menjadi forum penting untuk menyusun langkah terstruktur demi meningkatkan peluang siswa lolos seleksi perguruan tinggi negeri.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Madrasah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, guru mata pelajaran terkait, serta tim Bimbingan dan Konseling. Seluruh peserta rapat menunjukkan komitmen kuat untuk mengoptimalkan layanan akademik bagi siswa kelas XII yang akan mengikuti UTBK tahun 2026.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menegaskan bahwa kesuksesan siswa dalam UTBK bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen madrasah.
“Kita harus menyatukan langkah dan strategi. UTBK adalah peluang besar bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Madrasah harus hadir memberikan pendampingan terbaik,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya penguatan mental dan motivasi siswa. Menurutnya, selain kesiapan akademik, faktor psikologis seperti kepercayaan diri, manajemen waktu, dan ketenangan saat mengerjakan soal sangat menentukan hasil akhir.
Paparan teknis selanjutnya disampaikan oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana. Ia menjelaskan bahwa program pendampingan akan dilaksanakan secara intensif dan terjadwal, dengan fokus pada materi Tes Potensi Skolastik (TPS), literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta penalaran matematika.
Menurutnya, pembimbingan tidak hanya berupa pembahasan soal, tetapi juga pelatihan strategi pengerjaan, teknik membaca cepat dan tepat, serta pengelolaan waktu saat ujian berlangsung. Selain itu, madrasah akan menyelenggarakan try out berkala untuk mengukur perkembangan kemampuan siswa.
“Dari hasil try out, kita bisa memetakan kekuatan dan kelemahan siswa. Dengan demikian, penguatan materi dapat lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Program pendampingan juga dirancang berbasis kelompok kecil agar lebih efektif. Siswa akan dikelompokkan berdasarkan minat jurusan dan kebutuhan penguatan materi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan fokus belajar dan hasil yang lebih optimal.
Selain penguatan akademik, tim Bimbingan dan Konseling akan memberikan sesi motivasi dan manajemen stres. Siswa akan dibekali teknik menjaga konsentrasi serta strategi menghadapi tekanan saat ujian. Pendampingan holistik ini menjadi bagian penting dalam menciptakan kesiapan menyeluruh.
Diskusi dalam rapat berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari guru terkait jadwal, materi, serta sistem evaluasi. Beberapa guru mengusulkan pemanfaatan bank soal terbaru dan platform latihan berbasis komputer agar siswa terbiasa dengan format ujian digital.
Seluruh peserta rapat sepakat bahwa konsistensi latihan dan disiplin belajar menjadi kunci keberhasilan. Komunikasi dengan orang tua juga akan diperkuat agar dukungan belajar di rumah berjalan selaras dengan program madrasah.
Melalui rapat yang dilaksanakan pada Jumat, 20 Februari 2026 ini, MAN 2 Bantul menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan pendampingan terbaik bagi siswa. Sinergi antara kepala madrasah, guru, dan tim pendukung diharapkan mampu mengantarkan siswa meraih hasil maksimal dalam UTBK.
Dengan perencanaan matang dan langkah bersama yang solid, MAN 2 Bantul optimis siswa mampu bersaing dan menembus perguruan tinggi negeri yang diimpikan, sekaligus membawa nama baik madrasah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.






