TELIKSANDI
NEWS TICKER

Menguatkan Literasi Ekonomi Digital, Guru Ekonomi MAN 2 Bantul Ikuti MGMP Ekonomi Kabupaten Bantul

Minggu, 25 Januari 2026 | 11:24 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 68

Bantul, Kamis 22 Januari 2026. Guru Ekonomi MAN 2 Bantul terus berupaya meningkatkan kompetensi dan wawasan profesional melalui keikutsertaan dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi SMA–MA Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di Aula SMA Negeri 3 Bantul, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. MGMP menjadi forum strategis bagi para guru ekonomi untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperbarui pemahaman terhadap isu-isu ekonomi kontemporer.

MGMP Ekonomi kali ini menghadirkan pemateri Dwi Subeksi, Guru Ekonomi SMA Negeri 1 Bantul, yang menyampaikan materi tentang ekonomi digital. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini, di mana aktivitas ekonomi semakin terintegrasi dengan teknologi digital dan internet.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa ekonomi digital di Indonesia telah merambah ke berbagai sektor kehidupan, menciptakan ekosistem baru yang meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan jangkauan layanan. Berbagai sektor memanfaatkan platform digital, aplikasi, serta teknologi canggih untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern. Perkembangan ini sekaligus menjadi peluang besar bagi generasi muda, sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi melalui pendidikan.

Beberapa sektor utama ekonomi digital yang berkembang pesat di Indonesia antara lain sektor transportasi dan logistik atau mobility. Di sektor ini dikenal konsep sharing economy dan layanan on-demand. Contohnya adalah aplikasi ride-hailing seperti Gojek dan Grab yang menghubungkan penumpang dengan pengemudi secara real-time. Selain itu, layanan logistik berbasis aplikasi juga memudahkan pengiriman barang dan paket dengan lebih cepat dan transparan.

Sektor kesehatan atau HealthTech juga mengalami transformasi signifikan. Digitalisasi layanan kesehatan mempermudah masyarakat mengakses tenaga medis tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan. Aplikasi telemedisin seperti Halodoc dan Alodokter memungkinkan konsultasi dokter, pembelian obat, hingga pembuatan janji temu rumah sakit secara daring. Hal ini sangat membantu, terutama bagi masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

Sektor keuangan atau Financial Technology (Fintech) menjadi salah satu penggerak utama ekonomi digital di Indonesia. Kehadiran e-wallet seperti Dana, OVO, dan GoPay, layanan mobile banking, payment gateway, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), hingga peer-to-peer lending telah memperluas inklusi keuangan masyarakat. Transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan aman, serta menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses layanan perbankan.

Di sektor perdagangan, e-commerce menjadi komponen terbesar dalam ekonomi digital. Melalui platform seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak, penjual dan pembeli dapat bertransaksi tanpa harus bertemu secara fisik. Hal ini membuka peluang besar bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka ke pasar yang lebih luas dengan biaya relatif lebih rendah.

Sektor pendidikan atau EdTech juga tidak kalah penting. Pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar memungkinkan akses pendidikan yang lebih fleksibel dan inovatif. Platform seperti Ruangguru, Zenius, dan berbagai e-learning lainnya menyediakan materi pembelajaran digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, mendukung pembelajaran mandiri dan berkelanjutan.

Selain itu, sektor pariwisata dan perjalanan (Online Travel Agent/OTA) turut berkembang pesat. Platform seperti Traveloka, Tiket.com, dan Booking.com memudahkan masyarakat dalam memesan tiket transportasi dan akomodasi secara daring. Sektor pertanian dan perikanan melalui AgriTech dan Aquatech juga mulai memanfaatkan Internet of Things (IoT) dan platform digital untuk meningkatkan efisiensi produksi, mulai dari pemantauan kondisi lahan hingga pemasaran hasil panen.

Sektor media dan hiburan berbasis konten digital melengkapi ekosistem ekonomi digital, dengan layanan streaming seperti Netflix, Spotify, YouTube, serta aktivitas konten kreator di media sosial dan live streaming belanja. Seluruh sektor ini menunjukkan bahwa ekonomi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Salah satu peserta MGMP dari MAN 2 Bantul, Fitria Endang Susana, menyampaikan bahwa materi ekonomi digital sangat penting untuk diintegrasikan dalam pembelajaran ekonomi di madrasah. Menurutnya, guru perlu memahami perkembangan ekonomi digital agar mampu menyajikan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan realitas yang dihadapi peserta didik.

Melalui MGMP ini, para guru memperoleh wawasan baru sekaligus inspirasi untuk mengembangkan strategi pembelajaran ekonomi yang adaptif. Ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan akan terus melesat, bahkan volume transaksi diperkirakan meningkat hingga empat kali lipat pada tahun 2030. Dengan bekal pemahaman yang kuat, guru diharapkan mampu menyiapkan generasi muda yang cakap, kritis, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital.

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID