Bantul – MAN 2 Bantul menyelenggarakan kegiatan Parenting dan Pembagian Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 pada Senin, 5 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi madrasah dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi fase akhir pendidikan menengah serta transisi menuju pendidikan tinggi dan dunia kerja. Agenda tersebut dirancang sebagai ruang integrasi antara pendekatan akademik dan psikologis guna memastikan kesiapan peserta didik secara menyeluruh.
Kepala MAN 2 Bantul, Hj. Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., menegaskan bahwa pelaksanaan Parenting dan pemaparan hasil TKA memiliki fungsi strategis dalam membangun peta kemampuan akademik sekaligus memperkuat pendampingan terhadap perkembangan peserta didik. Data hasil TKA menjadi dasar objektif dalam merancang layanan bimbingan, pemetaan minat dan bakat, serta strategi pembelajaran lanjutan yang lebih terarah.
Kegiatan ini menghadirkan Jatu Anggraeni, M.Psi., CEO dan Owner Surya Anggraeni Psychology Center sekaligus dosen Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta sebagai narasumber utama. Paparan yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya pemahaman kondisi psikologis remaja kelas akhir, dinamika emosi menjelang kelulusan, serta peran lingkungan keluarga dalam mendukung capaian akademik dan pilihan masa depan. Pendekatan berbasis psikologi terapan tersebut memperkaya pemahaman terhadap hasil TKA yang tidak hanya merefleksikan kemampuan kognitif, tetapi juga potensi, motivasi, dan gaya belajar.
Dalam sesi pemaparan, TKA dijelaskan sebagai instrumen diagnostik yang memotret kemampuan dasar akademik peserta didik pada berbagai aspek, seperti penalaran, literasi, dan numerasi. Hasil tes tersebut menjadi rujukan penting dalam menentukan strategi pendampingan belajar, pemilihan program studi, serta kesiapan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Pendekatan berbasis data ini memastikan bahwa setiap keputusan pendidikan memiliki landasan yang terukur dan objektif.
Aspek akademik dalam kegiatan ini dipaparkan oleh Fitri Endang Susana, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum. Informasi yang disampaikan mencakup peta capaian akademik kelas XII, strategi pembelajaran pada semester akhir, serta langkah-langkah penguatan materi menjelang berbagai bentuk evaluasi dan seleksi lanjutan. Penjelasan tersebut memberikan gambaran utuh mengenai arah kebijakan akademik MAN 2 Bantul dalam mengantarkan peserta didik menuju kelulusan yang berkualitas.
Sementara itu, informasi terkait agenda wisuda disampaikan oleh Is Dwiyanti, S.Pd., selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan. Paparan ini mencakup ketentuan, jadwal, serta aspek teknis pelaksanaan wisuda sebagai penutup perjalanan pendidikan di MAN 2 Bantul. Penyampaian informasi ini memastikan kesiapan administratif dan partisipasi seluruh pihak dalam agenda yang memiliki nilai simbolik dan emosional tinggi bagi peserta didik kelas XII.
Kepala MAN 2 Bantul, Hj. Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa sinergi antara pendekatan psikologis, akademik, dan kesiswaan menjadi kunci dalam membangun kesiapan lulusan. Parenting dan pembagian hasil TKA tidak hanya berfungsi sebagai forum penyampaian data, tetapi juga sebagai ruang dialog dan refleksi bersama mengenai masa depan pendidikan peserta didik. Melalui pendekatan ini, MAN 2 Bantul menegaskan komitmen terhadap layanan pendidikan yang personal, adaptif, dan berbasis kebutuhan nyata.
Kegiatan ini juga memperlihatkan penguatan kolaborasi antara madrasah dan tenaga profesional di bidang psikologi pendidikan. Kehadiran Jatu Anggraeni, M.Psi. memperkaya perspektif dalam membaca hasil TKA dan dinamika peserta didik kelas XII. Pendekatan ilmiah yang disampaikan memberikan kerangka berpikir yang lebih luas dalam memahami potensi dan tantangan yang dihadapi menjelang kelulusan.
Dengan terselenggaranya Parenting dan Pembagian Hasil TKA pada 5 Januari 2025, MAN 2 Bantul semakin memantapkan langkah dalam mengelola transisi peserta didik menuju jenjang berikutnya. Integrasi data akademik, pendampingan psikologis, dan informasi kesiswaan menciptakan sistem dukungan yang komprehensif. Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Edi Susanto)






